Darah yang keluar pada saat proses pembekaman terapi bekam
adalah darah rusak/ darah kotor, disebabkan oleh proses pembekaman terapi bekam
di awal. Pada saat pembekaman di awal terapi bekam menggunakan metode terapi
bekam kering, yaitu dengan cara menghisap kulit dengan cop/ alat terapi bekam
sebelum dilakukan penusukan atau penyayatan.
Pada proses penghisapan terapi bekam kering memiliki
beberapa manfaat, yaitu : sebagai bius lokal (mengurangi rasa sakit pada proses
penusukan atau penyayatan), dan untuk memisahkan antara darah yang bagus (masih
produktif) dengan darah yang telah rusak (sudah tidak produktif). Pada dasarnya
darah yang bagus memiliki molekul terikat, jadi pada saat proses penghisapan
akan tetap dalam proses peredaran darah secara normal, tidak ikut terangkat
atau naik ke lapisan kulit paling luar. Sedangkan darah rusak/ darah kotor
memiliki molekul yang sudah rusak pula (terpecah), jadi pada saat proses
penghisapan akan terangkat naik ke lapisan kulit paling luar.
Setelah darah rusak/ darah kotor terangkat ke lapisan kulit
paling luar pada proses terapi bekam kering, baru dilakukan penusukan atau
penyayatan. Pada saat proses penusukan atau penyayatan tadi, berarti telah
memasuki proses terapi bekam basah. Darah yang keluar setelah proses penusukan
atau penyayatan tadilah yang dinamakan darah kotor/ darah rusak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar